Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

#30HariLagukuBercerita


Adakah aku di hatimu?

Kau benar-benar datang. Setelah hampir dua tahun kita tak bertemu. Sesekali, kita mengobrol dari balik gagang telepon atau hanya saling menyapa dengan pesan singkat. Seperti biasa, aku menikmati hal ini ketika tanganku mendingin dan degup jantungku mencepat. Hampir dua jam kita duduk dan hanya beberapa kalimat saja yang mampu terucap. Entahlah. Lama tak bertemu membuatku canggung. Sekalipun bertemu, toh keadaannya sudah berbeda. 

“Apa kabar?”, kalimat pertama yang kau tujukan untukku.

“Adakah aku di hatimu?” 

“Gimana kuliahmu?”, kalimat keduamu. Aku menghela napas dalam-dalam. Berusaha meredam rasa sakit yang tiba-tiba menikam.

“Adakah aku di hatimu?”

Kau hanya diam.

Dan aku ulangi. "Adakah aku di hatimu?".  

"Cukup!!!", kalimat terakhirmu. Semakin sesak. Sekuat tenaga, aku menahan bulir-bulir agar tidak tumpah dari ujung kelopakku.

Kenapa kamu menyiksaku dengan cara seperti ini? Tidakkah kamu sadar ketika mataku berpura-pura tegar dan berusaha menyembunyikan airmata didepanmu? Walaupun pada akhirnya, aku menyesal bertemu denganmu kali ini. Ketika satu per satu yang kamu sembunyikan terkuak. Aku benci menyebut namanya. Aku benci ketika mendengar  kamu mengakuinya. Mungkin benar atas apa yang aku dengar dari orang-orang  bahwa cinta itu terkadang berwujud mengikhlaskan dan membiarkan pergi. 

Kali ini aku tidak akan banyak bicara. Aku juga tidak akan mencacimu. Aku hanya ingin menangis dan bersandar di pundakmu. Memastikan bahwa aku akan baik-baik saja tanpamu. Memastikan bahwa aku akan baik-baik saja atas apa yang sudah kamu lakukan dengannya. Lalu, pergilah dan bahagiakan dia. Luka ini biar menjadi urusanku.

Malam sunyi, ku impikanmu. Ku lukiskan kita bersama. Namun tak henti aku bertanya. Adakah aku di hatimu?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kepingan

Kepingan
Bagian yang awal mulanya adalah satu
Tetapi telah direcahkan menjadi abu-abu

Kepingan
Banyak orang menyebutnya sisi yang tak berguna
Tapi bagiku, dia melengkapi yang kau hina

Kepingan
Remuk menjadi beberapa bagian
Setiap bagian membawa cerita yang kau abaikan

Kepingan
Rekaman bisu suatu kenangan
Kenangan yang tak teringinkan

Kepingan
Kecil menusuk meremas jantung
Uricane-uricane berisi harapan yang kau gantung



Solo, 17 Juli 2012



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

How Precious You're in My Life

Tulisan ini khusus aku persembahkan untuk Ibuku yang hari ini beliau melaksanakan wisuda.
Aku sempatkan disela-sela kesibukkan di kampus.
Aku tulis dengan kebanggaan dan rasa cinta kasih yang luar biasa untukmu, Ibu

Ibuku yang aku cintai, maha besar Allah menciptakan insan luar biasa seperti Ibu
Sosok yang aku jadikan nomor satu disetiap untaian doaku

Ibuku yang cantik
Tempo hari ketika Ibu mengunjungiku disini, aku mencuri waktu untuk memandang wajah Ibu dengan puas
Saat Ibu terlelap, aku memandangimu tanpa jeda
Aku marah ketika mendapati keriput-keriput halus yang mulai menghiasi beberapa bagian diwajahmu
Aku marah ketika tak sengaja melihat beberapa untaian rambutmu yang mulai memutih
Aku menangis kala itu
Aku tak sanggup menahan bulir-bulir yang memaksa untuk runtuh melalui ujung kelopakku
Mereka tak mampu berbohong, Ibu
Selama ini mereka selalu aku sembunyikan dibalik senyumku
Tapi disaat aku mendapati ada kerutan halus diwajahmu dan helai putih di antara hitam rambutmu
Mereka sepakat untuk runtuh membasahi kedua pipiku
Kau tau Ibu mengapa aku menangis?
Karena aku sadar kalau aku begitu takut kehilangan Ibu kelak
Begitu takut, Ibu

Ibuku yang penyabar
Aku bangga sekali mempunyai Ibu yang tegar, Ibu yang sabar, Ibu yang penyayang sepertimu
Ibu yang selalu membelaku disaat aku dimarahi Ayah
Ibu yang selalu menyeka airmataku
Ibu yang selalu menegurku dengan tutur kata yang lembut saat aku melakukan kesalahan
Ibu yang selalu memelukku disaat aku gundah
Ibu yang selalu memberikan senyuman tercantik untukku, Ayah dan adik-adik
Ibu yang humoris
Ibu yang jago masak
Ibu yang pintar merawat tanaman
Walaupun Ibu selalu cerewet ketika nyuruh aku shalat dan mandi sambil teriak-teriak
Tapi sungguh, aku mencintai Ibu

Ibuku yang hebat
Aku minta maaf gak bisa menemani Ibu wisuda hari ini
Aku minta maaf gak bisa memeluk Ibu disaat Ibu memakai toga
Aku minta maaf gak bisa menjadi pelengkap kebahagiaan Ibu hari ini
Tapi aku yakin, kehadiran Ayah dan adik-adik pasti bisa membuat Ibu bahagia
Aku belum bisa pulang, karena masih ada kegiatan kampus
Ibu aku sedih, gak tau kenapa waktu nulis ini aku tiba-tiba menangis
Aku rindu sekali, Bu
Padahal baru dua hari Ibu balik dari sini

Ibu
Selamat ya buat wisudanya
Selamat ya buat cumlaudenya
Aaaaaaaa aku bangga banget!
I love you, Ibu
I love you so more :*



Kampus, 11 Juli 2012.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sehangat Serabi Solo

"Serabi niki pinten,Mbah?"


"Setunggal ewu mawon, cah ayu"


"Kalih nggih,Mbah.Emm rosonipun nangka kemawon"


"Oh nggih. Tenggo sekedap cah ayu"


Tak ada yang beda siang ini. Solo selalu terik. Pasar Klewer selalu ramai, riuh. Tapi aku menyukainya. Menyukai setiap sudut Pasar Klewer ini. Menyukai pedagang-pedagang disini yang sangat ramah dan njawani.Aku dilahirkan di Solo, dan tentunya tahu betul sejarah Pasar Klewer ini. Dulu, Pasar Klewer berfungsi sebagai tempat pemberhentian kereta. Masyarakat Solo pun memanfaatkannya untuk berjualan berbagai macam produk kepada penumpang kereta. Hingga akhirnya terkenal dengan nama Pasar Slompretan.Ya! Sompret yang artinya terompet. Karena suara kereta.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Social Icons

twitter facebook

Social Icons

Featured Posts